"Ke mana sepi pergi ? Ke kuburan yang tidak hingar . Anak Ghazi pernah mengungkapkan ini kepada aku , sepi itu indah , tapi dalam senyap, dia membunuh tanpa prejudis " dan aku seperti keasingan, dan dia berbisik sekali lagi, "kamu harus berterima kasih kepada dia yang membunuh itu , " dan aku seperti keasingan lagi . Kemudian pada suatu malam yang sepi , aku seperti mengerti apa itu sepi . Dan secara sepi , aku seperti faham mengapa sepi . Tapi aku seperti keterasingan juga , kerana aku belum menemui, siapa sepi "


3 komen:

ghost writer said...

ni yang betul2 buat aku keterasingan di sini. mana sepi?

hanaahmad said...

sepi kadangkala boleh jadi terapi yang paling mengasyikkan.

Isti said...

hi..salam kenal ya..:)